Selasa, 06 Maret 2018

ADAB-ADAB BELAJAR HADITS

'
                                     ADAB-ADAB BELAJAR HADITS 


Hasil gambar untuk adab belajar





1.      Niat ikhlas karena Allah (faktor dan tujuan hanya kepada Allah).
Niat akan mempengaruhi proses dalam mempelajari ilmu. Niat ikhlas akan mendatangkan kemudahan dan pahala dalam belajar. 
2.       Jangan lupa setiap kali mulai belajar untuk membaca " بســـم الله الر حـمـن الر حيـــم "    kemudian membaca doa sebelum belajar :
للَّهُمَّ اِنْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي وَارْزُقْنِي عِلْمًا يَنْفَعُنِي وَزِدْنِي عِلْمًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ اَلنَّارِ
“Ya Allah, manfaatkanlah untuk diriku apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku dan ajarilah aku dengan apa yang bermanfaat bagiku dan limpahkanlah rizqi berupa ilmu yang bermanfaat bagiku. Tambahkanlah ilmu kepadaku. Segala puji bagi Allah dalam keadaan apapun dan aku berlindung kepada Allah dari keadaan penghuni neraka."

Atau dengan doa-doa lain yang di hafal.

3.      Menggunakan istilah قال رسول الله   atau istilah sejenisnya sebelum membaca hadits atau me nulisnya. Tujuanya untuk memastikan bahwa perkataan ini adalah benar-benar sabda Nabi shollallhu ‘alaihi wassalam.
4.      Selanjutnya pembaca hadits atau penulisnya mencantumkan setatus drajat hadits, semisal sohih, hasan atau dhoif. Bertujuan bahwa hadits ini benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan serta dapat dijadikan landasan hukum.
5.      Sebaiknya dalam penulisan atau pembacaan hadits juga menyebutkan perowinya minimal sahabat sang perowi hadits.
6.      Yang penting untuk diperhatikan juga adalah mencantumkan referensi. Semisal dari  kitab apa  hadits ini dinikil, serta pada bab apa dia termaktub, dan seterusnya.
7.      Sabar dan tekun dalam belajar . Mengerkjakan tugas yang diberikan dengan konsisten.
8.      Menghormati guru pemateri. Bila ada sesuatu yang tidak berkenan sampaikan dengan santun dan hormat.
9.      Teks hadits ditulis sesuai dengan kaidah bahasa arab yang berlaku. Misalkan pada  penulisan huruf ا hendaknya (bila diperlukan) member tanda ء pada bagian atas atau bawahnya hingga menajdi أ atau إ , bertujuan suapaya mempermudah pembaca.
10.  Teks hadits diberi harokat yang jelas, suapaya tidak disalah fahami.
11.  Jika menulis lafadz jalalah “Allah”, maka tulis setelahnya [تعالى ] Ta’ala atau [عز و جل] Azza wa Jalla atau [سبحانه] atau yang lainnya dari kalimat pujian yang jelas tanpa menyingkatnya.
Tidak seperti kebiasaan orang menyingkat Subhanahu wa Ta’ala dengan “SWT” karena orang yang membacanyapun akan otomatis membaca “SWT” sehingga pujian kepada Allah tidak disebut dengan sempurna.
12.  Tidak boleh menyingkat sholawat kepada Nabi dengan “SAW” atau singkatan-singkatan lainya. Artinya sholawat  ditulis dengan seutuhnya  yaitu dengan صلى الله عليه وسلم atau  shollallahu ‘alaihi wassalam. Sebab dengan menyingkat penulisan sholawat membuat orang luput dari mengucapkan sholawat kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wassalam.
13.  Tidak diperbolehkan juga menyingkat doa kepada perowi hadits (sahabat khususnya). Semisal doa Radhiallahu ‘anhudisingkat denganra .
14.   Jika menulis nama tabi’in dan orang-orang yang berhak mendapatkan doa maka juga tulis setelahnya “rahimahulahusecara lengkap tidak di singkat.
15.  Jika menyebut seorang ulama yang masih hidup maka tulis setelah namanya “Hafidzahullah” [semoga Allah menjaganya].
16.  Membedakan hadist dengan kalimat atau kata yang lain yang bukan dari bagian hadits dengan tanda kurung ( ), atau [ ], atau { } dsb, sehingga mencegah bercampurnya antara hadits dengan kalimat yang lain. Atau menulisnya di baris tersendiri yang memisahkan dengan kalimat yang lain.
17.  Diperbolehkan menyingkat beberapa kata yang telah disepakati oleh ulama hadist misalnya:
  • Kata [ حدثنا ] menjadi [ ثنا ] atau [ نا ]
  • Kata [ أخبرنا ] menjadi [ أرنا ]
18.   Mengamalkan ilmu yang sudah di dipelajari.
19.   Dengan sekemapuanya menularkan ilmu kepada orang lain.



To FAY ( Forty  Hadits a Year )  2016





الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ



Tidak ada komentar:

Posting Komentar